Berkarya di Tempat Lain

Main menu:


Categories +/-

Archive +/-

Links +/-

Meta +/-

Setelah empat tahun lebih berlalu

Terakhir posting di blog ini tertanggal 04 Februari 2010. Masya Allah, sudah empat tahun lebih berlalu.. Dan bisa kembali memasuki blog ini merupakan sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. Sempat tadi pagi, ya tadi padi berpikir seandainya bisa masuk ke blog ini lagi dan memunculkan kembali tulisan-tulisanku yang bersejarah itu, tentunya untukku. Dan lihatlah, Allah menjawab keinginanku tanpa pernah aku tahu bagaimana caranya. Iseng-iseng backup file dari HP dan ketemu file dengan nama catatan penting yang salah satunya berisi user dan password blog ini. Aku coba dan….. waaaaah alhamdulillah bisa masuk. Kunci yang sekian lama hilang kini telah kembali. Meskipun nantinya aku juga tidak bisa menjanjikan akan meramaikan kembali blog ini tetapi kiranya tulisan-tulisan lamaku masih bisa dinikmati. Dan untuk selanjutnya mungkin akan aku posting kembali di blog baruku http://satukataku.wordpress.com/ . Semoga bermanfaat. :)

Mangkrak

Sekian lamanya rumah maya yang satu ini tak lagi terurus. Sayang sebenarnya, ketika aku sendiri melihat dan membuka ternyata tak ada yang baru. Tulisan juga hanya itu-itu saja tanpa ada perubahan sedikitpun. Seperti benar-benar rumah kosong tanpa penghuni yang mengurusinya, tetapi perabotannya masih seperti dulu tak pernah berubah kecuali debu-debu kebosanan yang menyelimutinya.

Penyebab utama blog ini ‘mangkrak’ alias terbengkalai adalah bingung. Bingung mau diapain. Mau dikasih tulisan apa dan arahnya mau kemana. Terus terang saja, blog itu merupakan cerminan pemiliknya, seperti rumah pada umumnya. Sementara yang punya rumah bingung mau diarahkan kemana isinya. Yah akhirnya tak terjadi perubahan apa-apa dan seakan ditinggalkan [ kenyataannya 80% ditinggalkan, nyaris dilupakan..oh tidak..]

Yang kedua permasalahan klasik dan teknis yang boleh dibilang naif bagi seseorang yang dibilang pengen serius ngeblog. Yaitu ketidak-telatenan [ sebagian karena tidak tahu ] di dalam mempercantik rumah maya ini. Entah kenapa merasa begitu sulit mempercantik tampilan. Kan tampilan itu bisa menjadi daya tarik tersendiri toh? Kadang iri juga lihat rumah tetangga bisa bagus- bagus, kaya warna dan interaktif. Sementara rumah mayaku seperti rumah kosong, sederhana, dan usang pula. Benar-benar tidak menarik, belum lagi isinya [yah meski sebagian ada yang bisa dibilang lumayan lah..].

Sebenarnya sudah ada upaya untuk kembali menghidupkan blog ini, tapi belum juga membuahkan hasil. Sepertinya kurang waktu yang memadai untuk melakukan perubahan mendasar di blog ini [ apakah karena malas ??? penyakit klasik..]. Bagaimanapun keinginan untuk menjadi blogger yang baik itu masih ada dan masih menjadi hal yang perlu untuk diwujudkan. Soalnya ngeblog bisa menjadi sarana berbagi kebaikan yang bisa dikatakan bertahan untuk waktu yang cukup lama kecuali kalau blognya ditutup atau sampai bosen.

Mupeng jadinya, ketika melihat teman-teman yang konsisten dengan blog-nya. Mulai dari isinya yang konsisten dengan tema tertentu sehingga muncul beberapa sebutan semisal ustadz blogger, dokter virus, konsultan blogger dan sebagainya. Meski selain itu juga ada blog yang gado-gado alias isinya campuran. Tetapi bagaimanapun, kokonsistenan mereka patut diacungi jempol, karena memang menulis itu [bagi yang belum terbiasa] bukanlah hal yang mudah. Ide-ide memang bisa muncul kapan saja bahkan di saat yang tak seharusnya [ ketika mau sholat..ni termasuk godaan syetan..], tapi merangkainya itu yang sulit.

Coba terus dan terus coba kayaknya menjadi solusi yang jitu untuk bisa menjadi lebih baik. Okelah kalau begitu kita lihat saja, ke depan blog ini seperti apa. Masih eksis atau masih tetap terbengkalai.

Menghilangkan Virus Amburadul


Beberapa waktu yang lalu saya sempat dibuat jengkel dengan kehadiran Virus bernama Amburadul. Bagaimana tidak, hamper si semua Folder yang ada pasti tertempel File dengan logo gambar/foto tetapi tidak ada namanya dan ekstensinya .exe . Telusur demi telusur kulalui dengan bantuan eyang Google akhirnya ku dapat petunjuk meramu pembasmi virus ini. Dan sesuai dengan prinsip MLP (Multi Level Pahala) saya ikhlaskan berbagi agar memberi manfaat untuk semua.

Ciri-ciri komputer terkena virus Amburadul:

1. Terdapat folder Images yang berisi folder lagi pAbltn. Folder ini biasanya berisi file-file seperti di bawah ini. Read more »

PINDAH HALUAN

perubahan2.jpg

Marhaban Yaa Ramadhan

Ramadhan semakin dekat
Semoga waktu masih diberikan
Mereguk nikmatnya hari-hari
Ketika Pahala dilipatgandakan
Pintu surga dibuka selebar-lebarnya
Pintu neraka ditutup untuk sementara
Syetanpun dibelenggu

Ramadhan kali ini tak boleh sama
Hari berlalu tanpa perubahan apa-apa
Ramadhan kali ini harus berbeda
Mengubah diri menjadi lebih berarti
Melejitkan potensi diri
Menguatkan jati diri sebagai seorang muslim sejati
Pewaris para nabi
Menelusuri jejak-jejak kekasih Ilahi

Marhaban Yaa Ramadhan

*teriring ucapan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan kepada saudara-saudaraku, semoga Alloh memberkahi kita selalu*

Peringatan 17an

17 agustus 2009 untuk pertama kalinya sejak 6 tahun terakhir aku mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati kemerdekaan indonesia. Nyaris setelah lulus SMA kegiatan seperti ini tak pernah kuikuti. Semasa kuliah seingatku tidak ada upacara memperingati kemerdekaan Indonesia yang melibatkan seluruh mahasiswa. Tentu saja ini merupakan momen penting dalam kapasitasku sebagai warga negara Indonesia.

Upacara yang berlangsung tak lebih dari satu jam itu memberi kesan tersendiri. Bermula dari detik-detik proklamasi tepat pukul 10.00, mengadopsi waktu ketika dulu proklamasi dibacakan, yang diisi dengan acara membunyikan sirine, klakson, peluit, terompet dan sebagainya alat yang bisa menimbulkan suara selama kurang lebih satu menit.

Dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh salah satu petugas. Isi yang sangat ringkas padat dan jelas, namun mengubah wajah dan status bangsa dan negara Indonesia. Kalau boleh diidentikan seperti penyataan ijab dan kabul. Sedikit kata, ringkas dan padat namun mampu mengubah sesuatu secara drastis.

“Proklamasi. kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia. hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan diselenggrakan dengan cara saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. jakarta tanggal 17 bulan 8 tahun 1945. atas nama bangsa indonesia. soekarno-hatta.”

Terharu mendengarnya. Entah bagaimana perasaan para pejuang dahulu ketika mendengar ayat-ayat proklamasi dibacakan. Pastilah ada rasa syukur, ada rasa bangga dan rasa gembira. perjuangan selama ini,yang mengorbankan banyak jiwa, harta dan raga akhirnya membuahkan kemenangan manis. Tak berlebihan kiranya dan memang pantas jika dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan pada alinea 3

“Atas berkat rahmat Alloh, dan dengan didorongkan keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas…..”

Betapa pendiri bangsa ini menyadari bahwa Segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Alloh dengan perantaraan usaha manusia. sesuai kata pepatah ” man jadda wa jadda”. barang siapa menanam akan menuai artinya barang siapa yang berbuat maka akan melihat hasilnya.

lanjut…
Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera oleh pasukan paskibraka. Remaja dengan berpakaian putih-putih tampak gagah, dalam derap langkah berirama dan serentak memukau seluruh peserta upacara (-menurutku-). Dapat kupahami betapa bangganya mereka, mewakili sekolahnya, membawa namanya dan kedua orangtuanya, menjalankan amanah negara membawa bendera merah-putih lambang negara Indonesia. Mereka membuatku teringat jaman ketika sekolah dulu, ketika kesempatan itu datang tak kugunakan sebaik-baiknya. Akhirnya nasibku hanya menjadi paskibraka sekolah saja. Meskipun begitu tetap merasa bangga. Toh, tak semua punya kesempatan itu.

Aku jadi berpikir, ternyata remaja jika digembleng dengan benar akan menjadi remaja yang bisa dibanggakan. Tidak menjadi remaja gombal, yang kerjanya lontang-lantung, pacaran, nonton konser musik, ngerumpi lawan jenis dan putus-nyambung. Ironisnya, sebagian remaja Indonesia seperti itu. Apalagi didukung oleh kelalaian orangtua yang termakan istilah orangtua adalah teman anaknya sehingga benar-benar seperti teman yang tak mampu mengarahkan. Anak mau pacaran, lontang lantung kesana- kemari sudah dianggap hal biasa. Karena dulu waktu muda juga seperti itu. Ditambah lagi tayangan televisi yang sangat merusak moral. Mana ada tayangan yang mengetengahkan ilmu dan moral diikuti remaja. Remaja akan banyak dijumpai ketika yang ditayangkan adalah konser musik, reality show yang mengekspose pacaran dan hubungan lawan jenis, kuis dan acara-acara hedonis lainnya. Mau jadi apa bangsa ini.

Selesai pengibaran yang mempesonakan itu, akhirnya ditutup dengan doa. Lalu pulang dengan sedikit (-nyaris tanpa-) perubahan berarti bagi rasa nasionalisme. Ah kenapa upacara yang telah lama kutunggu terasa hambar saja. Kenapa hanya itu saja yang dapat kuambil sebagai pelajaran???

Bukankah aku bangga dengan Indonesia? Ya tentu saja, AKU BANGGA DENGAN INDONESIA, tapi tidak dengan pemerintahnya. Sampai saat ini pemerintahan yang aku banggakan baru Soekarno-Hatta. Entah kenapa menurut rasioku mereka adalah satu-satunya pemimpin sejati Indonesia sampai saat ini. Yang lain?

Sang Tukang Eyek

Sang Tukang Eyek

Sejak beberapa minggu lalu, di tempatku muncul seseorang yang kini kehadirannya selalu di nanti ibu-ibu. Bahkan keterlambatannya pun bisa menjadi bahan pertanyaan ibu-ibu. Mungkin di hati mereka ada perasaan was-was jika dia tak hadir. Dialah sang tukang eyek (= penjual sayur dan bahan-bahan masak memasak).

Sebenarnya sudah tak asing bagi kami masyarakat pedesaan ( sedikit kekota-kotaan :D ) dengan hadirnya tukang eyek. Sudah ada beberapa tukang eyek yang pernah malang-melintang menjelajah desa kami, bahkan sampai di sudut-sudut gang. Menawarkan barang dagangan beraneka macam, mulai dari sayuran, ikan, telur, bumbu dapur bahkan sampai jajanan pasar. Tapi kali ini agak berbeda.
Apa sih perbedaanya? Yang pasti bukan dari apa yang dijual. Karena yang dijual juga tak jauh beda dengan yang lainnya. Yang berbeda adalah waktu berjualannya.Kalau penjual yang lain biasanya jam 8an baru muncul, paling cepat jam 7an. Kalau yang ini hampir setiap pulang dari sholat subuh, sang tukang eyek bisa dijumpai dan disaksikan sedang melayani ibu-ibu yang berbelanja. Atau setidaknya jika terlambat, mulai terlihat di ujung jalan desa. Entah kenapa, banyak juga ibu-ibu yang sudah menunggu kedatangannya. Aku pernah satu kali berbelanja jajan pasar. Kebetulan pas membawa uang dan memang pengen jajan. Kalau kuamati memang barang dan bahan yang dibawa segar-segar terutama sayurannya. maklumlah mungkin baru saja turun dari truk sayuran.
Lalu hari demi hari aku berpikir. Kenapa tukang sayur ini bisa lebih laris dari pada yang lain. Setelah dilakukan pengamatan dan sinkronisasi otak kudapat beberapa alasan:
1. Cara berbeda.
Cara yang dilakukan adalah perbedaan waktu. Dengan berjualan lebih pagi, berarti memberi kesempatan ibu-ibu untuk bisa memilih menu untuk sarapan pagi ini. Ibu-ibu menjadi terbantu.
2. Ciri khas kehadirannya.
Tukang sayur biasanya berterik-teriak menawarkan dagangannya. ya kalau agak siang tidak apa-apa apalagi jika suaranya merdu. Kalau pagi-pagi ya kurang sopan, apalagi jika suaranya parau dan merdu (merusak dunia).Tukang sayur ini memberi tanda dengan klakson sepeda motornya yang seperti suara bel. Jadi tidak begitu mengagetkan. Biasanya ibu-ibu keluar juga setelah mendengar suara klaksonnya.
3. Pelayanan menyenangkan.
Sebagai penjual memang seharusnyalah bersikap menyenangkan. Biarpun harga tak bisa ditawar tapi senyuman tetap diberikan.
Mungkin itulah kira-kira alasannya. Yang lain bisa ditanyakan ke ibu-ibu di daerahku.
Nah bagiku, yang paling penting adalah semakin memantapkan untuk percaya bahwa pada pagi hari Alloh membukakan pintu rejekinya bagi siapa yang mau berusaha memanfaatkan pagi hari itu. Bukan yang mengisi pagi hari dengan tidur sampai matahari naik.
Ya hari ini kita bisa belajar dari seorang tukang sayur. Belajar tentang bagaimana menjadi penjual yang BERBEDA dan belajar bagaimana mengagumi ke-MahaBesar-an Sang Pemberi Rejeki.